Nama : Vella Fauzia
NPM :
29213100 (genap)
Kelas :
4EB10
Mata Kuliah : Pemeriksaan Akuntansi Lanjut
2. Apa peran dari
akuntan dalam SDLC ? Mengapa akuntan dapat diminta untuk memberikan intput
dalam pengembangan sistem informasi akuntansi?
Jawab :
Peran akuntan dalam
SDLC ialah akuntan sebagai pengguna, akuntan berpartisispasi dalam pengembangan
sistem sebagai anggota tim pengembang dan akuntan dilibatkan dalam pengembangan
sistem sebagai auditor. Akuntan dapat diminta dalam memberikan input dalam
pengembangan sistem informasi nonakuntansi karena akuntan lebih dapat dipercaya
dalam memeriksa laporan keuangan yang sebagai salah satu sumber informasi yang
digunakan oleh investor atau calon investor dan underwrite dalam menilai suatu
perusahaan.
4. Mengapa sering kali
sulit untuk mendapatkan keterlibatan pengguna yang kompeten dan berarti dalam
SDLC?
Jawab :
Karena dalam pembuatan
sistem khusus nya sistem yang baru setiap pengguna tidak diikutsertakan dalam
melakukan pembuatan sistem. Seharusnya dalam mebuat sistem pengguna
diikutsertakan agar pengguna lebih sesuai dalam menerima sistem baru dan meraka
dapat pula mengkontribusi designnya, dan menggunakannya.
6. Mengapa perencanaan
sistem strategis tidak secara teknis dianggap menjadi bagian dari SDLC?
Jawab :
Secara teknis,
perencanaan sistem strategis bukanlah bagian dari SDLC karena SDLC berhubungan
dengan aplikasi tertentu. Rencana sistem strategis berkaitan dengan alokasi
berbagai sumber daya sistem seperti karyawan (jumlah professional sistem yang
harus dikontrak), peranti keras (jumlahterminal kerja, minikomputer, dan
mainframe yang harus dibeli), peranti lunak (dana yang dialokasikan untuk
proyek sistem baru dan untuk pemeliharaan sistem), serta telekomunikasi (dana
yang dialokasikan untuk jaringan dan EDI).
8. Apa tujuan dari
perencanaan proyek dan apa saja tahapannya?
Jawab :
Tujuan dari perencanaan
proyek adalah untuk mengalokasikan sumber daya ke tiap aplikasi dalam kerangka
kerja secara strategis.
10. Apa saja kategori
umum fakta yang harus dikumpulkan dalam survey sistem?
Jawab :
a) Sumber
data (data source)
b) Pengguna (User)
c) Penyimpanan
data (data store)
d) Proses (Process)
e) Pengendalian (control)
f) Volume
transaksi (transaction volume)
g) Tingkat
kesalahan (error rate)
h) Biaya
sumber daya (resource cost)
i) Kemacetan
dan operasi yang redundan (bottleneck and redundant operation)
12. Apa saja kebaikan
dan kelemahan dari survey system yang ada?
Jawab :
1) Kelemahan
menyurvei system yang ada yaitu :
- Lubang
ter (tar pit) fisik yang ada. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan
tendensi analisis yang menjadi “terhisap di dalam” dan kemudian “terbenam” oleh
pekerjaan menyurvei system warisan yang ada.
- Berpikir
di daam kotak. Beberapa pihak berargumentasi bahwa survey system yang telah
adda akan menghambat ide baru. Dengan mempelajari dan membuat model system yang
lama, analis dapat mengembangkan sebuah ide pembatas atas bagaimana system yang
baru seharusnya berfungsi. Hasilnya adalah perbaikan system yang lama, bukan
merupakan pendekatan baru yang radikal.
2) Kebaikan
menyurvei system yang ada yaitu :
- Mengidentifikasi
aspek apa saja yang harus dipertahankan dari system yang lama. Beberapa elemen
system mungkin sudah berfungsi cukup baik dan dapat menjadi dasar bagi system
yang baru. Dengan memehami secara penuh system yang ada, analis dapat
mengidentifikasi berbagai aspek yang bernilai untuk dipertahankan atau yang
harus dimodifikasi untuk digunakan ke dalam system yang baru.
- Memaksa
analis system untuk memahami system secara penuh. Ketika system baru
diimplementasikan, para pengguna harus melalui proses konversi dimana mereka
akan secara formal keluar dari system yang lama dan berpindah ke yang baru.
Analis harus menentukan pekerjaan, prosedur, dan data yang akan dikeluarkan
dari system yang lama dan mana yang akan dilajutkan.
- Memisahkan
akar permasalahan dari gejala. Dengan menyurvei system yang ada, analis dapat
menentukan secara konklusif penyebab dari berbagai gejala masalah yang
dilaporkan.
14. Apa saja beberapa
dokumen utama yang dapat dikaji dalam survey system yang ada?
Jawab :
a.
Struktur organisasi
b.
Deskripsi pekerjaan
c.
Catatan akuntansi
d.
Daftar akun
e.
Pernyataan kebijakan
f.
Deskripsi prosedur
g.
Laporan keuangan
h.
Laporan kinerja
i.
Bagan alir system
j.
Dokumen sumber
k.
Daftar transaksi
l.
Anggaran
m.
Prediksi
n.
Pernyataan misi
16. Apa tujuan utama
dari tahap desain konseptual system?
Jawab :
Tujuan dari tahap
desain konseptual system adalah untuk menghasilkan beberapa alternatif konsep
system yang memenuhi berbagai kebutuhan yang teridentifikasi dalam analisis
system. Dengan menyajikan sejumlah alternatif yang masuk akal ke pengguna,
professional system menghindari munculnya persepsi mengenai batasan pada system
yang baru.
18. Seberapa jauh
desain terperinci yang dibutuhkan dalam tahap desain konseptual?
Jawab :
Tahap desain konseptual
bersifat umum. Desain tersebut mengidentifikasi semua input, output, proses dan
fitur khusus yang dibutuhkan untuk membedakan suatu alternative dari
alternative lainnya dan tidak memiliki perincian yang dibutuhkan untuk
mengimplementasikan sistem. Hanya saja, desain tersebut memiliki perincian yang
memadai untuk menunjukkan bagaimana kedua sistem tersebut secara konseptual
berbeda dari segi fungsinya.
20. Apa peran utama
auditor dalam desain konseptual sistem?
Jawab :
Sebagai pemegang
kepentingan dalam semua sistem keuangan sehingga memiliki peran penting dalam
tahap desain konseptual sistem,. Auditor harus mengetahui implikasi
pengendalian dari setiap desain alernatif dan memastikan bahwa konvensi
akutansi dan persyaratan hukum dapat terpenuhi. Beberapa teknik audit komputer
mensyaratkan sistem untuk didesain dengan fitur-fitur audit tertentu.
Fitur-fitur ini memerlukan sumber daya dan perlu dipertimbangkan pada saat
desain konseptual.
22. Apa yang membuat
analisis biaya-manfaat lebih sulit dilakukan untuk sistem informasi daripada
dalam investasi lainnya yang dilakukan perusahaan?
Jawab :
Karena manfaat dari
sistem informasi dapat diklasifikasikan dalam bentuk keuntungan berwujud (tangible
benefits) dan keuntungan tidak berwujud (intangible benefits).Keuntungan
tak berwujud (intangible benefits) ini yang merupakan
keuntungan-keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan
nilai uang, sehingga cara pengukurannya harus dilakukan dengan penaksiran
tingkat efektivitasnya.
24. Bedakan anatara
sistem siap pakai dengan backbone. Mana yang lebih fleksibel?
Jawab :
System siap pakai
adalah system jadi dan teruji serta siap untuk diimplementasikan. Biasanya
system ini adalah system umum atau system yang disesuaikan untuk industry
tertentu. Sedangkan
Backbone yaitu saluran
atau koneksi berkecepatan tinggi yang jadi lintasan mutlak dalam suatu
jaringan. Network backbone yakni network yang menghubungkan sekian banyak
jaringan dengan berkecepatan rendah lewat gateway.
Yang lebih fleksibel
yaitu backbone karena Dengan memakai jaringan backbone, masalah kecepatan
interkoneksi antar jaringan lokal akan teratasi karena kecepatan transfer
yang dimiliki oleh backbone dapat memuat sampai 10 Gpbs, ide instalasi dan
manajemen jaringan backbone lebih sederhana, tapi jarak jangkauannya akan lebih
luas dan jauh, jaringan backbone rata-rata memanfaatkan dual ring maka
mempunyai fault toolerence yang sangat tinggi.
26. Mengapa pemograman
modular lebih disukai untuk pengodean bebas?
Jawab:
Pemograman modular
merupakan metode pemakian yanga sangat mudah digunakan untuk bahasa C/C++.
Pemograman modular maksudnya adalah membagi-bagi program kedalam modul-modul
yang lebih kecil lagi dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya,
sehingga dapat menghindari penulisan teks program yang sama berkali-kali dan
juga memudahkan dalam melakukan pelacakan kesalahan dalam program yang sedang
dibuat.
Keunggulan menggunakan
pemograman modular dalaam pengodean bebas:
a)
Program lebih pendek
b)
Mudah dibaca dan dimengerti
c)
Mudah didokumentasi
d)
Masalah yang kompleks dapat
dibagi-bagikan lebih sederhana
e)
Mencari kesalahan relatif lebih mudah
karena alur logika lebih jelas,m kesalhan juga dapat dilokalisasikan dalam satu
modul
f)
Modifikasi dapat dilakuakn tanpa
menggangu program secara keseluruhan
28. Jelaskan peran
penting dokumentasi oleh progamer sistem?
Jawab :
1) Untuk
merancang atau membuat sebuah sistem. Dokumentasi sistem berguna sebagai media
diskusi dan komunikasi antar perancang, analis, maupun programer.
2) Selain
itu, dokumentasi juga berguna untuk mengevaluasi kelemahan dan keunggulan
sebuah sistem maupun pengendalian dalam sebuah sistem. Pihak yang
berkepentingan dengan evaluasi sistem adalah (1) analis sistem (pada saat si
analis sedang menegvaluasi sistem lama yang sudah berjalan) dan (2) auditor
(baik auditor internal maupun auditor eksternal). Auditor laporan keuangan
hanya dapat melakukan audit jika data laporan keuangan sebuah perusahaan dapat
dipercaya (yang berarti dihasilkan dari sistem informasi akuntansi yang memang
andal).
3) Dokumentasi
sistem juga berguna bagi mereka ynng sedang mempelajari prosedur dalam sebuah
perusahaan. Dokumentasi sistem dapat menjadi media pelatihan karyawan baru.
PERTANYAAN DISKUSI
2. Diskusikan
bagaimana mempercepat tahap spesifikasi kebutuhan sistem dapat menunda atau
bahan mengakibatkan kegagalan proses pengembangan sistem. Sebaliknya,
diskusikan bagaimana waktu yang terlalu lama dihabiskan untuk tahao ini dapat
mengakibatkan “paralisis analisis”?
Jawab :
Cara mempercepat tahap
spesifikasi memproses pengembangan sistem ialah seseorang dari pihak sistem
pertama mereka harus melalui rangkaian yaitu, merencanakan sistem yang mau
mereka buat, menganalisis sitemnya, lalu membuat desain konseptual sistem,
mengevaluasi dan pemilihan sistem, desain terperinci, pemograman dan pengujian
sistem, implementasi sistem dan pemeliharan sistem. Apabila sistem
tersebut tertunda dan gagal penyebab nya ialah, kurang nya komunikasi dari
masing2 anggota tim, kurang nya pemantauan, kinerja yang terlalu lambat,
anggaran yang tak kuncung cair, skill yang kurang memadai dan manajemen yang
buruk. Mengapa dalam pengembangan sistem memerlukan waktu yang lama,
karena dalam membuat sebuah sistem tidaklah mudah, seorang pembuat sistem harus
menganalisis secara detail dari awal perencanaan sistem tersebut, memikirkan
masalah-masalah apa nanti nya yang terjadi, memikirkan biaya dan waktu, dan
juga harus mempertimbangkan para tenaga kerja dalam pembuatan tim, sehingga
misis dalam membuat sistem ini dapat berhasil.
4. Bedakan anatara
masalah dengan gejala. Berikan sebuah contoh. Apakah biasanya masalah dan
gejala tersebut dikenali oleh manajer atas, menengah atau bawah?
Jawab:
Masalah yaitu perbedaan
antara kondisi yang terjadi dengan apa yang sedang diharapkan,sedangan gejala
ialah tanda atau petunjuk terjadinnya suatu masalah. Contoh dalam masalah
misalkan, seorang mahasiswa menginginkan nilai dalam matakuliah audit
mendapatkan nilai 90 namun kenyataan nya dai hanya mendapatkan nilai 70, dengan
adanya perbedaan itu menunjukan adanya masalah. Sedangkan contoh dari gejala
misalnya seorang dokter memeriksa pasiennya, pasti sebelum memeriksa dokter
menanyakan apa yang pasiennya rasakan dan ia baru memriksa dan baru mengetahui
penyakitnya apa. Misal penyakit pasiennya flu maka gejala-gejalanya ialah
pusing, demam, pilek, batuk. Biasanya masalah tersebut dikenali oleh manajer
bawah karena, manajer bawah yang mempunyai tanggungjawab besar atas
rencana-renacana yang ditetapkan oleh manajer yang lebih tinggi, namun
manejer-manajer atas ataupun tengah harus mengatahui pula masalah yang
terjadi.
6. Kebanyakan
perusahaan merendahkan kebutuhan biaya dan waktu untuk SDLC sebanyak 50 persen.
Menurut anda, mengapa hal ini terjadi ? Dalam tahapan apa saja menurut anda
pengurangan ini paling banyak dilakukan?
Jawab :
Hal ini terjadi karena
jika perusahaan merendahkan kebutuhan biaya maka perusahaan akan mendapatkan
manfaat baik manfaat berwujud maupun manfaat tidak berwujud, sehingga aktivitas
perusahaan akan lebih ekonomis dan efisien. Pengurangan ini paling banyak
dilakukan dalam tahapan mengidentifikasi manfaat.
8. Banyak proyek sistem
baru secara kasar tidak terlalu memperhitungkan volume transaksi hanya karena
proyek-proyek tersebut tidak memperhitungkan bagaimana sistem yang baru
dan yang ditingkatkan tersebut sesungguhnnya dapat meningkatkan permintaan.
Jelaskan bagaimana hal ini dapat terjadi dan berikan sebuah contoh.
Jawab :
Hal ini terjadi dalam
perusahaan yang fokus untuk bagaimana permintaan konsumen akan sebuah produk
meningkat dan ini dapat dilakukan dengan cara peningkatan layanan kepada
pelanggan dan meningkatkan kualitas produk, namun proyek baru ini menguraingi
produksi atau jumlah persediaannya. Contohnya sebuah perusahaan mengurangi
persediaan nya namun meningkatkan kualitas dalam pelayanannya sehingga
perkiraan kenaikan penjualan akan naik disebabkan karena adanya layanan
pelanggan yang baik.
10. Apakah menurut anda
kelayakan hukum merupakan isu dalam system yang melibatkan penggunaan mesin
untuk menjual tiket undian?
Jawab :
Dalam system pemrosesan
transaksi keuangan, legalitas system selalu menjadi masalah. Namun demikian,
legalitas juga merupakan isu bagi system nonkeuangan yang memproses data-data
sensitif, seperti data pasien rumah sakit atau peringkat kredit pribadi dan
sebagainya. Desain system yang berbeda akan mewakili tingkat risiko yang
berbeda dalam menghadapi data seperti itu. Penilai harus peduli bahwa
desain konseptual tersebut mempertimbangkan pengendalian utama, kemanan, dan
masalah-masalah jejak audit serta bahwa system tersebut tidak melanggar hukum
yang berkaitan dengan hak pribadi atau penggunaan mesin dalam menjual tiket
undian dan informasi.
12. Jika suatu
perusahaan memutuskan sebelumnya untuk beroperasi dengan sebuah system
bertujuan khusus, seperti SAP, berdasarkan rekomendasi dari sebuah kantor
akuntan publik, haruskan SDLC dipotong jalurnya?
Jawab :
Tidak harus dipotong
jalurnya karena SDLC merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan
sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana (planning),
analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation),
uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam
rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi
pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu
kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi,
yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Jika auditor dapat memverifikasi
bahwa berbagai proses ini dikendalikan secara efektif, maka auditor dapat
membatasi keluasan pengujian aplikasi yang harus dilakukannya. Akan tetapi,
jika bukti audit menunjukkan pengendalian SDLC lemah dan tidak konsisten
aplikasinya, maka pengujian aplikasi dan substansif tidak dapat dikurangi.
14. Jika sistem
tertinggal dari jadwalnya, dan jika tiap modul program diuji serta tidak ada
masalah yang dapat ditemukan, apakah perlu untuk menguji semua modul dalam
hubungannya dengan satu sama lain? Mengapa atau mengapa tidak?
Jawab :
Tidak. Karena pengujian
sistem dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu blackbox dan whitebox.Blackbox
menguji secara bersamaan untuk memperlihatkan bahwa setiap fungsi beroperasi sepenuhnya
dan mencari kesalahan setiap fungsi. Teknik ini dilakukan dengan cara menguji
setiap modul program untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang mungkin ada.
Sedangkan whitebox menguji untuk memastikan bahwa semua modul program
berhubungan sesuai jalur logika. Dalam teknik ini dilakukan pengujian terhadap
semua modul program dalam hubungannya satu sama lain.
16. Siapa yang
melakukan kajian pascaimplementasi? Kapan pengkajian ini harus dilakukan? Jika
sebuah firma konsultan luar dikontrak untuk mendesain dan mengimplementasikan
sistem baru, atau jika piranti lunak siap pakai dibeli, akankah kajian
pascaimplementasi masih dibutuhkan?
Jawab :
Kajian
pascaimplementasi dilakukan oleh sebuah tim independen untuk mengukur
keberhasilan sistem dan proses terkait setelah sistem baru dijalankan. Kajian
pascaimplementasi ini biasanya dilakukan beberapa bulan setelah tahap
implementasi sistem.
Jika sebuah firma
konsultan luar dikontrak untuk mendesain dan mengimplementasikan sistem baru,
atau jika piranti lunak siap pakai dibeli oleh sebuah perusahaan, maka
perusahaan tersebut tetap membutuhkan kajian pascaimplementasi ini. Karena,
walaupun perusahaan telah membeli sebuah sistem yang siap pakai, atau telah
mengontrak firma konsultan luar yang mungkin berisi para professional yang
menghasilkan sistem tersebut, namun hasil yang diberikan sistem belum tentu
sempurna dalam hal perkiraan akurasi anggaran, waktu, biaya, manfaat serta
dalam hal memenuhi kebutuhan pengguna berdasarkan desain sistem itu sendiri.
Oleh sebab itu, kajian pascaimplementasi ini tetap dibutuhkan untuk memberikan
pandangan ke dalam mengenai berbagai cara untuk memperbaiki proses terkait di
masa mendatang.
18. Diskusikan isu
independensi ketika suatu kantor akuntan publik juga memberikan input dalam
pengembangan dan pemilihan sistem baru.
Jawab :
Dalam menjalankan
tugasnya anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di
dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam Standar Profesional
Akuantan Publik yang ditetapkan olh IAI. Sikap mental independen tersebut harus
meliputi independen dalam fakta (infacts) maupun dalam penampilan (in
appearance).Independensi dalam Audit dapat diartikan sebagai sudut pandang yang
tidak bias dalam melakukan ujian audit, mengevaluasi hasilnya dan membuat
laporan audit. Auditor tidak hanya harus independen dalam fakta, tetapi juga
harus independen dalam penampilan.
- Independensi dalam fakta : Auditor
benar-benar mempertahankan perilaku yang tidak bias (independen) disepanjang
audit
- Independensi dalam penampilan :
Pemakai laporan keuangan memiliki kepercayaan atas independensi tsb.
- Independen berarti bebas dari
pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain dan tidak tergantung pada orang
lain. Tiga aspek dalam independensi auditor, yaitu:
1) Independensi
dalam diri auditor (independence in fact): kejujuran dalam diri auditor dalam
mempertimbangkan berbagai faktor dalam audit finding.
2) Independensi
dalam penampilan (perceived independence). Independensi ini merupakan tinjauan
pihak lain yang mengetahui informasi yang bersangkutan dengan diri auditor.
3) Independensi
di pandang dari sudut keahliannya. Keahlian juga merupakan faktor independensi
yang harus diperhitungkan selain kedua independensi yang telah disebutkan.
Dengan kata lain auditor dapat mempertimbangkan fakta dengan baik yang kemudian
ditarik menjadi suatu kesimpulan jika ia memiliki keahliam mengenai hal
tersebut.
Oleh karena itu dalam
pemilihan dan pengembangan sebuah sistem baru seorang auditor harus benar-benar
mengerti akan sistem tersebut sehingga sistem yang digunakan dapat memberikan
manfaat kepada pemakai dan juga dapat menggantikan sistem yang lama menjadi
baru Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk
menggantikan sistem lama secara keseluruan atau memperbaiki sistem yang telah
ada.
Sistem lama perlu
diperbaiki atau diganti karena beberapa hal :
1. Adanya
permasalahan-permasalahan yang timbul dari sistem lama, misalnya:
a) Ketidakberesan.
Ketidakberesan dalam sistem lama menyebabkan sistem lama tidak beroperasi
sesuai dengan yang diharapkan.
b) Pertumbuhan
organisasi. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang
semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi.
2. Untuk
meraih kesempatan-kesempatan.Organisasi mulai merassakan kebutuhan sistem
informasi sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang akan
dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya
instruksi. Penyusunan sistem baru karena adanya instrusi-instruksi dari atasan
atau luar organisasi misalnya aturan pemerintah. Dalam penggantian atau
pengembangan sistem pasti ada pihak perusahaan tidak setuju atas penggantian
sistem atau pengembangan sistem dengan alasan membutuhkan dana yang lebih
besar atau jika isstem di perbaharui ada temuan kecurangan. Maka dari itu KAP
dalam input sistem baru harus bisa menjaga independensinya karena dengan
penggantian sistem yg baru perusahaan dapat mencapai banyak manfaat.
20. Diskusikan 3
manfaat yang berkaitan dengan pemrograman modular.
Jawab :
1) Teknik
pemrograman modular memungkinkan kita membangun program besar dan kompleks.
Karena dengan menggunakan programer modular maka maslaah yang kompleks dapat
dijadikan menjadi maslaah-masalah yang lebih sederhana sehingga dapat
memepermudah pekerjaan dan memungkinkan kita untuk membangun program yang lebih
besar.
2) Teknik
Pemrograman modular membantu dalam pengembanganalgoritma. Dan hasil
pengembangan pemrograman modular memudahkan orang lain
memahami algoritma yang dibuat.
Mencari kesalahan
relatif lebih mudah karena alur logika lebih jelas, kesalahan juga dapat
dilikalisasikan dalam satu modul.