MAKALAH
BAHASA INDONESIA 2
“BENTUK DAN PERBANDINGAN SISTEM
EKONOMI”

Vella Fauzia
29213100
3EB10
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sebuah keniscayaan bahwa
manusia dalam kehidupannya di dunia ini pasti tidak akan pernah lepas dari
kehidupan berekonomi. Manusia membutuhkan makanan yang harus mereka konsumsi
untuk bisa bertahan hidup, makanan yang manusia makan juga harus didistribusikan
dari para produsen sehingga sampai pada konsumen yang membutuhkan. Produksi,
distribusi dan konsumsi menjadi kegiatan inti dari ekonomi yang pasti dilakukan
manusia demi memenuhi kebutuhannya.
Dalam mendukung lancarnya
itu semua diperlukan sistem yang mengatur kegiatan ekonomi sehingga mampu
menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Tentu saja setiap
masyarakat, negara dan bangsa mempunyai kultur atau latar belakang yang
berbeda-beda sehingga dalam mengatur kegiatan ekonominya juga memiliki sistem
yang berbeda-beda meskipun ada juga yang menggunakan sistem yang sama sesuai
dengan keadaan lingkungan di mana sistem ini akan digunakan. Dalam ekonomi,
terdapat berbagai macam sistem yang merupakan hasil dari kemampuan untuk
menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan kultur dan lingkungan yang
mempengaruhi cara berpikir untuk menemukan sebuah sistem. Kehidupan berekonomi
juga tak lepas dari berbagai masalah yang terus mengahantui seperti pengentasan
kemiskinan, menyediakan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan
penghasilan. Nah oleh sebab itu sangat diperlukan sebuah system ekonomi
tersebut.
Di dalam makalah ini kami
akan membahas tentang beberapa system ekonomi yang terjadi saat ini ,
terutamanya tentang system ekonomi liberalis, sosialis, dan juga system ekonomi
campuran.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
maslah diatas dapat diambil rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan
system ekonomi ?
2. Apa yang dimaksud dengan
system ekonomi liberalisme atau system ekonomi kapitalisme ?
3. Apa yang dimaksud dengan
system ekonomi Sosialis ?
4. Apa yang dimaksud dengan
system ekonomi campuran ?
5. Bagaimana perbedaaan antara
system ekonomi liberalism, sosialis, dan campuran ?
6. Apa kelebihan dan
kekurangan dari masing-masing system ekonomi tersebut ?
7. Negara mana yang menganut
masing-masing dari system ekonomi tersebut ?
C.
Tujuan Penulisan
1. Sebagai bukti tugas
terstruktur dari dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia 2.
2. Makalah ini bertujuan
sebagai bahan pelajaran.
3. Menjelaskan kepada pembaca
tentang system ekonomi yang ada saat ini.
Makalah ini menjelaskan tentang system ekonomi liberalis,
sosialis, dan juga campuran beserta Negara-negara yang memakai system ekonomi
tersebut, sehingga pembaca menjadi tahu dan bertambah wawasannya
D.
Manfaat Penulisan.
1. Makalah ini bermanfaat bagi
kita semua , karena didalam makalah yang sesederhana ini terdapat materi
perkuliahan kita. Jadi diharapkan kepada teman-teman semuanya mempelajarinya
dengan sungguh-sungguh.
2. Manfaat lainnya yaitu
dengan hadirnya makalah ini sejumlah orang atau teman-teman semuanya menjadi
tahu tentang system ekonomi yang ada saat ini, bagaimana perkembangannya dan
bagaimana dampaknya.
3. Makalah ini juga bermanfaat
sebagai bahan bacaan untuk teman-teman semuanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN SISTEM
Pengertian sistem adalah
merujuk pada sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun diorganisasikan, suatu
himpunan gagasan, prinsip, doktrin, hukum dsb. yang membentuk suatu kesatuan
yang logik dan dikenal sebagai isi buah pikiran tertentu, agama, atau bentuk
pemerintahan tertentu. Sistem mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
1) Setiap sistem mempunyai
tujuan
2) Setiap sistem mempunyai
batas, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan
lingkungannya.
3) Setiap suatu sistem terdiri
dari beberapa sub sistem yang biasa pula disebut bagian, unsur atau komponen.
4) Sistem tidak hanya sekedar
sekumpulan dari bagian atau unsur melainkan juga merupakan suatu kebulatan yang
utuh dan padu atau mempunyai“wholisme” (keterpaduan).
5) Terdapat saling hubungan
dan saling ketergantungan baik dalam sistem (internal) maupun antara sistem
dengan lingkungannya (eksternal).
Pada
dasarnya sistem ekonomi dibagi menjadi dua yaitu sistem ekonomi islam dan
sistem ekonomi konvensional. Dan banyak negara yang telah menggunakan sistem
ekonomi islam untuk mengatur kehidupan manusia baik kehidupan didunia dan di
akhirat karena perekonomian adalah bagian dari kehidupan manusia maka harus ada
sumber mutlak yaitu Alquran dan sunah. Seperti yang telah kita ketahui tentang
definisi sistem ekonomi islam yaitu sebuah sistem yang dibangun di atas
nilai-nilai islam dengan prinsip tauhid dan keadilan dan sistem ekonomi islam
menjamin keselarasan antara pertumbuhan ekonomi.
Sumber
(epistimologi) dan tujuan kehidupan kehidupan ekonomi islam berasaskan kepada
Alquran dan Sunah. Perkara asas muamalah dijelaskan di dalamya termasuk bentuk
suruhan dan larangan. Suruhan dan larangan tersebut bertujuan untuk membangun
keseimbangan rohani dan jasmani manusia dengan berasaskan tauhid. Sistem
ekonomi konvensional secara bahasa dapat didefinisikan sebagai suatu masalah
atau pekara yang sudah diterima, digunakan dan dipraktikan dalam masyarakat.
Apabila dihubungkan dengan ekonomi maka sistem ekonomi konvensional merupakan
suatu sistem yang sudah dipraktekan secara luas di masyarakat. Dengan kata lain
sistem ekonomi konvensional merupakan sistem yang ditentukan oleh manusia di
dalam suatu masyarakat yang bersifat dinamis sehingga dapat berubah sesuai
ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
B.
PENGERTIAN SISTEM EKONOMI
Menurut
Dumairy (1966),
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan
ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan
kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah
harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola
hidup masyarakat tempatnya berpijak.
Berbagai permasalahan
ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan
berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan penerapan
sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun
perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem ekonomi merupakan perpaduan
dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan
untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan
seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem.
Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan
sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
C.
FUNGSI SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi dapat
berfungsi sebagai :
1) Sarana pendorong untuk
melakukan produksi
2) Cara atau metode untuk
mengorganisasi kegiatan individu
3) Menciptakan mekanisme
tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
D.
JENIS-JENIS SISTEM EKONOMI
a. Sistem Ekonomi
Liberal-Kapetalis
Sistem liberal kapitalis awal/klasik Sistem ekonomi
liberal kapitalis klasik berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad
ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun
pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mencapai
kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses
negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk
masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan.
Sistem liberal kapitalis modern Sistem ekonomi liberal
kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang telah
disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah
diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.Pentingnya peranan
pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian
Sistem ekonomi liberal / pasar adalah suatu sistem
ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan
konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi ini
menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing.
a) Ciri-Ciri Sistem Ekonomi
Liberal
1) Menerapkan sistem
persaingan bebas
2) Adanya pengakuan terhadap
hak individu
3) Setiap individu bebas
memiliki barang dan alat-alat produksi
4) Kedaulatan konsumen dan
kebebasan dalam konsumsi
5) Motif mencari laba terpusat
pada kepentingan sendiri
6) Peranan modal sangat
penting
7) Peranan pemerintah dibatasi.
b) Kelebihan dan Kekurangan
Sistem Ekonomi Liberal
Kelebihan :
1) Menumbuhkan inisiatif dan
kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak
perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
2) Setiap individu bebas
memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong
partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3) Timbul persaingan semangat
untuk maju dari masyarakat.
4) Menghasilkan barang-barang
bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5) Efisiensi dan efektivitas
tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Kekurangan :
1) Terjadinya persaingan bebas
yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
2) Masyarakat yang kaya
semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3) Banyak terjadinya monopoli
masyarakat.
4) Banyak terjadinya gejolak
dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5) Pemerataan pendapatan sulit
dilakukan karena persaingan bebas tersebut.
c) Negara-Negara Penganut
Ekonomi Liberal
1) Amerika
Negara-negara yang menganut paham liberal di benua
Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba,
Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay,
Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga
dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta
Rika, Puerto Riko, dan Suriname.
Amerika Serikat Sebagai penekanan atas kebebasan individu
yang selanjutnya dilanjutkan oleh Presiden John F Kennedy denganpembangunan
Patung Liberty (1964)sebagai simbol kebebasan individu untuk hidup.
2) Eropa
Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya
adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus,Republik
Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis,Jerman, Yunani, Hungaria,
Islandia, Italia, Latvia, Lithuania,Luxembourg, Macedonia, Moldova,
Netherlands, Norwegia, Polandia,Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro,
Slovakia, Slovenia,Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom.
3) Asia
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara
lain adalah Indonesia, India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan,Filipina,
Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara diAsia yang mulai
berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar,Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan
Singapura.
4) Kepulauan
Oceania
Negara yang menganut paham liberal dikepulauan Oceania
adalah Australia dan Selandia Baru
5) Afrika
Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru diAfrika.
Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut olehmereka yang tinggal di Mesir,
Senegal dan AfrikaSelatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudahdipahami
oleh negara Aljazair, Angola, Benin, BurkinaFaso, Mantol Verde, Côte DIvoire,
Equatorial Guinea,Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik,Seychelles,
Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.
b.
Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis adalah suatu sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan
perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas,
dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi
dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi
yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya
perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku
sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa
kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran
bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi
atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah
kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai
milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis,
menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan
perekonomian.Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua
alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk
kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
a) Prinsip Dasar Ekonomi
Sosialis
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa
prinsip dasar sebagai berikut:
1) Pemilikan
Harta oleh Negara
Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi
milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau
memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2) Kesamaan
Ekonomi
Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit
ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang
ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan
hidup menurut keperluan masing-masing.
3) Disiplin
Politik
Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara
diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan
produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus.
Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek
sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur
kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku
ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.
b) Ciri-ciri Sistem Ekonomi
Sosisalis
1) Lebih
mengutamakan kebersamaan (kolektivisme)
Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan
sosial, sedangkan individu-individu fiksi belaka. Dan tidak ada pengakuan atas
hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2) Peran
pemerintah sangat kuat
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan
ekonomi semuanya diatur oleh Negara
3) Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan
kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) . Pola produksi (aset dikuasai
individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)
c) Kelebihan dan Kekurangan
system ekonomi sosialis
Kelebihan:
1) Pemerintah lebih mudah
mengatasi inflasi, pengganguran dan masalah ekonomi lainnya.
2) Pasar barang dalam negeri
berjalan lancar.
3) Pemerintah dapat turut
campur dalam hal pembuatan harga.
4) Relative mudah melakukan
distribusi pendapatan.
5) Jarang terjadi krisis
ekonomi.
6) Relatif tidak ada jurang
pemisah antara orang kaya dan miskin.
7) Hasil produksi dapat
dinikmati secara rata.Mudah melakukan pengendalian harga.
Kelemahan :
1) Sistem ekonomi ini
mematikan kreatifitas individu.
2) Sering terjadi monopoli
yang merugikan masyarakat.
3) Kurangnya inisiatif
masyarakat untuk meningkatkan kualitas kerja.
4) Kepemilikan individu atas
factor-faktor produksi tidak diketahui.
5) Sulit melaksanakan
transaksi.
6) Membatasi kebebasan
7) Mengabaikan pendidikan
moral
d) Negara-Negara Yang Memakai
Sistem Perekonomian Sosialisme
1) Korea Utara
2) Kuba
3) Vietnam
4) RRC (sudah mulai mengendur)
5) Polandia
6) Rumania
7) Rusia
c. Sistem Ekonomi Campuran
Pengertian dari sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi
dimana pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan
masalah ekonomi.Sistem ekonomi campuran merupakan kombinasi atau perpaduan dari
kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme dan etatisme). Sistem ini mengambil
garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah
antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah
disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran
situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran
tersebut.
Sistem ekonomi campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan
dari kedua sistem tersebut. Diantaranya menyarankan perlunya campur tangan
pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan
kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini, banyak Negara yang memilih
sistem ekonomi campuran ini.
a) Ciri-ciri Sistem Ekonomi
Campuran
1) Pemerintah sebagai
pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.
2) Kegiatan ekonomi yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3) Pemerintah menentukan
berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.
4) Pemerintah memotivasi serta
membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.
5) Hak milik perorangan dan
swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
b) Karakteristik Sistem
Ekonomi Indonesia.
1) Sumber-sumber daya yang
vital dikuasai oleh pemerintah.
2) Pemerintah menyusun
peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang
ekonomi.
3) Swasta diberi kebebasan di
bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan
pemerintah.
4) Hak milik swasta atas alat
produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
5) Pemerintah bertanggung
jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan. Jenis dan jumlah barang
diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar
c) Kelebihan dan Kekurangan
Sistem Ekonomi Campuran
Kelebihan :
1) Sektor ekonomi yang
dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
2) Kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
3) Kegiatan usaha pihak swasta
terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
4) Pemakaian tenaga kerja pada
umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
5) Penetapan harga lebih
terkendali.
6) Hak perorangan secara nyata
diakui.
Kekurangan :
1) Beban pemerintah lebih
berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
2) Sektor produksi yang lebih
menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat
memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
3) Adanya anggapan bahwa
karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai
di swasta.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwasanya semua system ekonomi
itu bagus. Semua system ekonomi mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Akan tetapi jika kita lihat ke belakang lagi sebuah system itu
sangat diperlukan, karena hanya dengan sebuah system dan perencanaan sesuatu
yang kita rencanakan akan berjalan dengan baik.
B.
Kritik dan Saran
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca
dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan
berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomisosialis-kapitalis-dan-islam/
http://rifdoisme.wordpress.com/2013/03/04/perbandingan-sistem-ekonomi-bagian-i/
13
Muhammad Umer Chapra,
Islam and The Economic Chalenge, (Riyadh: The Islamic Foundation and The
International Institute of Islamic Thought, 1992 ), hal. 1. [2] Ibid., hal.
Azinar Ahmad, Tsabit.
(2009). Kapitalisme: Sejarah Perkembangan dan Dampaknya, Universitas Sebelas
Maret.
Prisma Jurnal.
Perselingkuhan Bisnis & Politik: Kapitalisme Indonesia
Pasca-Otoritarianisme, Vol. 32, No. 1 (2013), LP3ES.
Schramm, Carl J. (2010).
Good Capitalism, Bad Capitalism: Kapitalisme Baik dan Kapitalisme Buruk dan
Ekonomi Pertumbuhan dan Kemakmuran, Jakarta: Universitas Ciputra &
Gramedia.
Soetrisno. (1992). Kapita
Selekta Ekonomi: suatu studi. FE UGM Yogyakarta, edisi II (ebook).
Sumarni, M. &
Soeprihanto, J. (1998). Pengantar Bisnis: Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan Edisi
5, Yogyakarta: Liberty.
Winardi. (1986).
Kapitalisme Versus Sosialisme: Suatu Analisi Ekonomi Teoritis, Bandung: CV
Remadja Karya .